Bahan lacoste identik banget dengan kaos polo. Teksturnya berpori, adem, dan punya tampilan elegan yang cocok buat pakaian formal-casual. Tapi kalau kamu ingin menambahkan desain sablon ke bahan ini—baik logo, tulisan, atau grafis—mungkin kamu bertanya:
“Lacoste bisa disablon nggak, sih? Hasilnya bakal awet atau malah cepat rusak?”
Nah, jawabannya: bisa, tapi ada beberapa hal penting yang harus kamu tahu sebelum mulai menyablon bahan lacoste. Karena meskipun bisa, bahan ini punya tantangan tersendiri. Yuk, kita bahas tuntas!
Apa Itu Bahan Lacoste?
Lacoste adalah jenis kain bertekstur rajut (knit) yang biasa digunakan untuk kaos polo. Ciri khasnya adalah permukaan berpori-pori dan agak tebal, dengan komposisi bisa 100% katun, campuran katun-polyester, atau full sintetis.
Terdapat beberapa varian lacoste yang umum dipakai:
- Lacoste Cotton: nyaman, breathable, mudah menyerap tinta
- Lacoste PE (Polyester): lebih murah, tahan kusut, tapi licin
- Lacoste CVC (Cotton Viscose): campuran yang agak menyerap tapi tetap ringan
Karakteristik bahan inilah yang memengaruhi keberhasilan proses sablon.
Tantangan Sablon di Kain Lacoste
Sablon di lacoste bisa memberi hasil yang eksklusif dan profesional, terutama untuk kaos polo berlogo brand. Tapi perlu disesuaikan dengan jenis tinta, metode cetak, dan kualitas bahan.
Kalau kamu menjalankan jasa sablon kaos berkualitas, memahami karakter lacoste jadi bekal penting untuk menjaga hasil tetap presisi dan tahan lama.
Meskipun bisa disablon, lacoste bukan bahan yang mudah. Berikut beberapa tantangan yang sering dihadapi tukang sablon:
1. Tekstur Berpori
Permukaan yang tidak rata bikin tinta sulit menempel rata. Hasil sablon bisa terlihat pecah-pecah atau tidak solid, terutama untuk desain tipis.
2. Tidak Semua Lacoste Menyerap Tinta
Jenis PE atau campuran polyester cenderung licin dan tidak menyerap tinta berbasis air, sehingga hasil sablon bisa mudah luntur jika tidak menggunakan tinta khusus.
3. Cenderung Tebal
Karena kainnya cukup tebal, butuh tekanan dan curing yang pas agar tinta bisa menempel kuat dan meresap sempurna.
Jadi, meskipun bisa disablon, kamu nggak bisa menyamakan perlakuannya dengan bahan kaos combed biasa.
Tinta yang Cocok untuk Sablon di Lacoste
Untuk menyablon lacoste dengan hasil maksimal, pilihan tinta jadi kunci penting.
✅ Rubber Ink
Paling aman dan banyak digunakan untuk lacoste berbahan katun. Tinta ini elastis dan mampu mengikuti permukaan berpori. Hasilnya doff dan nyaman dipakai.
✅ Plastisol Ink
Cocok untuk detail tajam, terutama pada lacoste PE. Tapi butuh curing suhu tinggi (160–170°C). Jangan digunakan di lacoste sensitif panas karena bisa merusak bahan.
✅ Tinta Solvent/Nylon Ink
Digunakan untuk lacoste berbahan sintetis atau PE. Memiliki daya lekat tinggi tapi butuh ventilasi karena aromanya cukup tajam.
Hindari tinta water-based biasa karena daya rekatnya lemah di permukaan berpori seperti lacoste.
Teknik Sablon Terbaik untuk Bahan Lacoste
Supaya hasil sablon awet, kuat, dan nyaman dipakai, kamu bisa pertimbangkan teknik-teknik berikut:
1. Sablon Manual Rubber dengan Tekanan Rata
Cocok untuk desain blok besar atau logo brand. Gunakan screen mesh rendah agar tinta lebih tebal dan menutup pori kain.
2. Sablon Plastisol untuk Detail Kecil
Untuk logo kecil atau desain tipografi presisi, plastisol bisa jadi pilihan, asal curing-nya maksimal.
3. Sablon Polyflex (Vinyl Cutting)
Teknik transfer seperti polyflex sangat ideal untuk lacoste karena tidak bergantung pada serapan tinta. Cocok untuk bordiran look-alike, logo rapi, dan desain clean.
👉 Kamu juga bisa pelajari lebih banyak jenis sablon manual lainnya dan cara kerjanya lewat artikel ini: Jenis-Jenis Sablon Manual dan Kelebihannya
Tips agar Hasil Sablon di Lacoste Lebih Awet
Supaya sablon kamu di bahan lacoste tidak mudah rusak, ini dia beberapa tips praktis:
✅ Gunakan screen mesh 43–55T
Screen dengan mesh rendah membantu tinta menutup pori dengan lebih baik.
✅ Tambahkan underbase (white ink)
Kalau kain berwarna gelap, cetak lapisan putih dulu agar warna utama lebih menonjol.
✅ Lakukan pre-press sebelum sablon
Panaskan kain 3–5 detik agar permukaan lebih rata dan tinta bisa menempel lebih baik.
✅ Tes hasil setelah curing
Pastikan sablon tidak lengket dan tidak bisa dikikis kuku. Kalau masih bisa, berarti belum cured sempurna.
✅ Gunakan tekanan cukup saat menyablon
Tekanan harus stabil agar tinta masuk ke permukaan kain, bukan cuma “nangkring” di atas.
Perawatan Kaos Lacoste dengan Sablon
Setelah kaos sablon selesai dibuat, edukasi pelanggan soal perawatan sangat penting. Salah perawatan bisa bikin sablon cepat retak atau luntur, bahkan pada bahan lacoste premium.
Berikan panduan:
- Jangan cuci dengan air panas
- Hindari memeras kain terlalu keras
- Setrika bagian dalam, bukan langsung di sablon
- Gunakan deterjen lembut (non-pemutih)
Jadi, Apakah Lacoste Bisa Disablon?
Jawabannya: Bisa. Tapi tergantung!
Bisa banget kalau:
- Kamu tahu jenis lacoste yang dipakai (katun lebih aman daripada PE)
- Menggunakan tinta yang tepat
- Teknik sablon dan curing-nya benar
Penutup
Kalau kamu sedang produksi kaos polo seragam—entah untuk kantor, sekolah, komunitas, atau event formal—bahan lacoste adalah pilihan tepat untuk tampil elegan dan profesional.
Tapi jangan asal sablon. Supaya hasilnya awet dan tidak mengecewakan, kamu harus memahami karakter kain ini, dari pemilihan tinta sampai teknik curing.
Dengan pendekatan yang tepat, sablon di bahan lacoste bisa tampil solid dan berkelas, tanpa mengorbankan kenyamanan saat dipakai sebagai seragam harian atau pakaian kerja beridentitas brand.
Artikel di website ini ditulis oleh Drajad DK, pelaku usaha aktif dan pengelola konten edukatif di Sintesa Konveksi.
🔗 Lihat profil lengkap →