Setiap matra dalam Tentara Nasional Indonesia (TNI)—baik TNI Angkatan Darat (AD), Angkatan Laut (AL), maupun Angkatan Udara (AU)—memiliki aturan seragam yang disesuaikan dengan karakter dan lingkungan operasional masing-masing. Salah satu seragam yang menjadi identitas kuat di kalangan TNI adalah seragam loreng, yang digunakan lintas matra, namun dengan motif dan nuansa yang berbeda-beda.
TNI Angkatan Darat, sebagai kekuatan utama di wilayah darat Indonesia, memiliki ragam jenis seragam yang disesuaikan dengan kegiatan, pangkat, dan struktur tugas. Mari kita bahas secara lengkap.
1. Mengenal Seragam TNI AD
Seragam TNI Angkatan Darat adalah pakaian dinas resmi yang dikenakan oleh prajurit yang bertugas menjaga stabilitas dan keamanan di wilayah darat Indonesia. Seragam ini dirancang untuk mendukung mobilitas dan kebutuhan taktis pasukan, serta mencerminkan identitas korps.
Berbeda dari TNI AL dan TNI AU, TNI AD dikenal dengan warna-warna khas seperti hijau muda, hijau tua, dan motif loreng hutan. Penggunaan seragam juga mengikuti aturan Standar Militer Indonesia (SMI-STD-83-1) yang ditetapkan oleh Kementerian Pertahanan RI.

2. Jenis-Jenis Seragam TNI AD
TNI Angkatan Darat memiliki beberapa jenis seragam utama, yang dibedakan berdasarkan konteks penggunaannya:
| Jenis Seragam | Deskripsi |
|---|---|
| PDU (Pakaian Dinas Upacara) | Seragam berwarna hijau tua, digunakan saat upacara resmi kenegaraan atau militer |
| PDH (Pakaian Dinas Harian) | Kemeja hijau muda dan celana/rok hijau tua, digunakan dalam aktivitas kantor dan administratif |
| PDL (Pakaian Dinas Lapangan) | Seragam loreng dengan kombinasi warna hijau, cokelat, dan hitam, digunakan untuk tugas lapangan |
3. Ketentuan Teknis Seragam TNI AD
Berikut adalah ketentuan teknis pembuatan dan pemakaian seragam TNI AD, terutama untuk PDH:
- Baju: Hijau muda, dari benang tenun PR 6535
- Celana/Rok: Hijau tua, dari kain grey PR 6536
- Kancing: Plastik berbahan urea formaldehida
- Benang jahit: 100% spun polyester, warna disesuaikan
- Kain pelapis dalam: Katun putih
- Benang obras: 100% polyester, hijau muda
- Resleting: Nilon, PVC, atau aluminium, warna hijau tua
- Kancing hak: Plat besi berlapis pernekel putih perak
Untuk PDH, prajurit pria mengenakan baju lengan pendek dan celana panjang. Sedangkan untuk prajurit wanita, digunakan rok pendek atau panjang sesuai peraturan satuan. PDL menggunakan desain lengan panjang dengan bahan lebih kuat dan motif loreng.
4. Atribut Wajib Seragam TNI AD
Pemakaian seragam prajurit AD tidak lengkap tanpa atribut resmi yang menunjukkan pangkat, satuan, dan fungsi tugasnya. Atribut tersebut mencakup:
- Baret:
- Hijau untuk Kostrad
- Merah untuk Kopassus dan Penerbad
- Pet upacara
- Sepatu dan kaos kaki hitam
- Ikat pinggang hitam
- Dasi militer
- Pedang (upacara resmi)
- Papan nama (ebonite)
- Tanda pangkat dan jabatan
- Tanda kualifikasi dan kemahiran
- Tanda kehormatan (medali atau lencana gantung)
5. Sistem Kepangkatan TNI AD
Tanda kepangkatan di TNI AD terletak di bagian bahu seragam dan disesuaikan dengan jenis pakaian:
- PDH: Menggunakan lencana timbul
- PDL (loreng): Menggunakan tanda pangkat bordir
Struktur kepangkatan terdiri atas:
- Perwira: Termasuk pangkat tinggi seperti Jenderal
- Bintara: Golongan menengah
- Tamtama: Golongan paling dasar
Pangkat tertinggi dalam sejarah TNI AD adalah Jenderal Besar, yang hingga kini hanya diberikan kepada tiga tokoh nasional:
Jenderal Besar Soedirman, A.H. Nasution, dan Soeharto.
6. Persenjataan Prajurit TNI AD
Sebagai satuan operasional utama, TNI AD didukung oleh persenjataan modern yang digunakan sesuai kebutuhan taktis. Beberapa jenis senjata yang biasa digunakan antara lain:
- Pistol semi otomatis
- Pistol mitraliur (submachine gun)
- Senapan serbu dan runduk
- Senapan anti-materiel
- Senapan mesin ringan hingga berat
- Pelontar granat (senapan dan tunggal)
- Rudal anti-tank dan roket panggul
- Senjata khusus untuk unit elit dan operasi tempur
Persenjataan ini digunakan bersama seragam lapangan loreng, dilengkapi rompi dan helm tempur saat bertugas di medan operasi.
Berikut versi paragraf untuk seragam TNI Angkatan Darat:
Bikin seragam berkualitas untuk TNI Angkatan Darat menuntut ketepatan dalam fungsi taktis, daya tahan, dan simbol kehormatan militer. Bahan yang digunakan harus kuat untuk berbagai medan, dengan potongan ergonomis yang mendukung pergerakan di lapangan. Setiap atribut seperti tanda pangkat, satuan, dan nama disematkan sesuai standar resmi yang berlaku di lingkungan TNI AD.
Penutup
Seragam TNI Angkatan Darat adalah bagian integral dari disiplin militer dan identitas institusional prajurit darat. Dengan ragam fungsi, jenis, dan atribut yang dimilikinya, seragam ini tidak hanya menjadi pakaian tugas, tetapi juga simbol kehormatan dan kesetiaan terhadap negara.
Untuk penjelasan lebih lengkap seputar ragam pakaian profesi instansi pertahanan, kunjungi artikel berikut:
👉 Jenis-Jenis Seragam Institusi Pertahanan
Artikel di website ini ditulis oleh Drajad DK, pelaku usaha aktif dan pengelola konten edukatif di Sintesa Konveksi.
🔗 Lihat profil lengkap →