Kalau kamu baru nyemplung ke dunia konveksi, pasti bakal ketemu banyak istilah teknis yang bikin bingung. Apa itu obras? Apa beda makloon dan vendor? Kenapa orang sering nyebut overdeck, QC, atau MTO?
Tenang, kamu nggak sendiri. Artikel ini dirancang khusus buat kamu yang baru terjun ke industri jahit-menjahit—baik sebagai pemilik usaha, pemesan, atau bahkan tim produksi baru. Yuk, kenalan sama istilah-istilah yang paling sering dipakai di dunia konveksi skala kecil-menengah.
Daftar Istilah Penting di Dunia Konveksi
1. Cutting
Proses pemotongan kain sesuai pola. Ini tahapan awal setelah bahan datang, dan sangat menentukan hasil akhir.
2. Obras
Jahitan pinggir kain untuk mencegah kain berbulu atau lepas. Biasanya pakai mesin obras tiga benang atau empat benang.
3. Overdeck
Jenis jahitan finishing bagian dalam (umumnya di bagian bawah kaos, lengan, atau kerah). Hasilnya rapi dan lentur.
Untuk tahu lebih dalam jenis-jenis jahitan di industri konveksi, kamu bisa lihat juga artikel lengkap tentang teknik jahitan konveksi.
4. Makloon
Sistem kerja di mana produksi dilakukan oleh pihak lain (konveksi menerima order dari brand lain). Brand tidak produksi sendiri, hanya desain dan kontrol.
5. MTO (Made to Order)
Produksi berdasarkan pesanan. Produk tidak dibuat sebelum ada permintaan dari klien.
6. MOQ (Minimum Order Quantity)
Jumlah minimum pemesanan yang bisa diterima oleh konveksi. Misalnya 30 pcs atau 100 pcs tergantung kapasitas.
7. Sample
Contoh produk awal sebelum diproduksi massal. Biasanya digunakan untuk ACC desain atau ukuran.
8. QC (Quality Control)
Proses pengecekan kualitas produk sebelum dikirim. Termasuk cek jahitan, ukuran, finishing, dan kebersihan produk.
9. PO (Purchase Order)
Form atau dokumen yang dikirim oleh pemesan berisi rincian pesanan, jumlah, ukuran, dan detail produksi lainnya.
10. Lead Time
Waktu yang dibutuhkan dari mulai produksi sampai barang siap dikirim. Biasanya dihitung dalam hari kerja.
Kalau kamu sedang belajar alur produksi dan bagaimana mengelola order dengan rapi, kamu bisa lanjut baca manajemen produksi konveksi skala kecil-menengah.
11. Finishing
Tahap akhir dari proses produksi—termasuk setrika, pasang kancing, potong benang, dan pengepakan.
12. Sablon & Bordir
Teknik menambahkan elemen visual ke pakaian. Sablon untuk cetakan tinta, bordir untuk sulaman benang.
13. Pola
Template atau bentuk potongan dasar kain berdasarkan desain pakaian. Biasanya dibuat dari karton atau kertas khusus.
14. Setrika Uap / Steam Press
Alat finishing untuk merapikan produk sebelum dikemas. Hasilnya lebih halus dan profesional dibanding setrika biasa.
15. Size Pack
Rincian ukuran yang dibutuhkan klien. Misalnya: 10 M, 15 L, 5 XL. Ini penting untuk akurasi cutting dan QC
16. Vendor
Pihak penyedia jasa atau bahan dalam rantai produksi. Bisa berupa penyedia kain, sablon, bordir, atau bahkan pihak yang menerima makloon.
17. CMT (Cut, Make, Trim)
Model kerja konveksi yang hanya mencakup potong, jahit, dan finishing. Klien menyediakan bahan sendiri, jasa konveksi hanya mengerjakan produksi.
18. Konsinyasi
Sistem titip jual. Produk yang diproduksi dititipkan ke toko/agen, dan akan dibayar jika barang laku.
19. Revisi Sample
Proses perbaikan contoh produk sesuai feedback klien sebelum masuk produksi massal.
20. Retur
Produk yang dikembalikan karena cacat atau tidak sesuai spesifikasi. Harus ditangani dalam kebijakan QC dan layanan purna jual.
Untuk kasus produk tidak sesuai, kamu bisa pelajari juga strategi menangani produk cacat dan retur di konveksi.
21. Breakdown Size
Detail rincian ukuran dan jumlahnya per varian. Misalnya: 10 S, 25 M, 15 L, dst. Digunakan untuk kontrol produksi.
22. Konsumsi Bahan
Jumlah bahan kain yang dibutuhkan untuk memproduksi satu potong baju. Biasanya dihitung dalam meter per pcs.
23. TNA (Time and Action)
Timeline kerja proyek produksi dari awal hingga kirim. Digunakan untuk menghindari keterlambatan dan memonitor progres.
Penutup
Dengan memahami istilah-istilah ini, kamu nggak cuma lebih paham teknis produksi, tapi juga bisa komunikasi lebih lancar dengan vendor atau tim produksi. Kalau kamu ingin tahu bagaimana istilah-istilah ini bekerja dalam praktik, kamu bisa lanjut baca panduan utama konveksi.
Artikel di website ini ditulis oleh Drajad DK, pelaku usaha aktif dan pengelola konten edukatif di Sintesa Konveksi.
🔗 Lihat profil lengkap →