​
Home Β» Cara Menerima Pesanan dan Mengatur Pengadaan Bahan di Konveksi

Cara Menerima Pesanan dan Mengatur Pengadaan Bahan di Konveksi

Menjalankan usaha konveksi itu nggak sekadar soal jahit-menjahit. Salah satu titik krusialnya ada di awal proses: gimana cara kamu menerima pesanan dari pelanggan dan mengatur pengadaan bahan dengan efisien. Jangan sampai orderan udah masuk tapi bahan belum ada, atau stok kebanyakan tapi orderan sepi.

Artikel ini bakal bahas cara kelola dua hal penting itu dengan gaya kerja yang terstruktur tapi tetap fleksibel. Sebagai konveksi seragam berkualitas, kamu wajib punya sistem penerimaan order dan pengadaan bahan yang minim miskom, tapi tetap adaptif terhadap ritme usaha.

Menerima Pesanan: Nggak Cuma Catat Nama dan Jumlah

Menerima order itu langkah awal yang menentukan segalanya. Jangan asal terima pesanan tanpa sistem. Karena kalau informasi awal aja udah berantakan, produksi di belakangnya bisa kacau.

Berikut langkah ideal saat menerima pesanan:

  1. Tanyakan kebutuhan secara detail
    • Jenis pakaian (kaos, kemeja, jas almamater, dll.)
    • Jumlah total dan ukuran (S/M/L/XL atau size chart custom)
    • Deadline dan jadwal pengiriman
    • Warna dan model (gunakan katalog atau referensi)
    • Tambahan detail (bordir, sablon, label, kemasan)
  2. Gunakan form pemesanan standar
    • Form ini bisa dalam bentuk fisik atau digital (Google Form/Excel)
    • Isi lengkap data klien, kontak aktif, dan file desain jika ada
  3. Buatkan invoice atau kuitansi DP
    • Jangan lupa cantumkan syarat pembayaran: misal 50% DP di awal, 50% setelah selesai
    • Tandai PO yang sudah deal dan mana yang belum
  4. Masukkan pesanan ke sistem produksi
    • Bisa dicatat di papan produksi, Trello, atau Google Sheet
    • Tentukan siapa PIC produksi dan siapa yang follow-up klien

πŸ’‘ Setelah order resmi masuk, kamu wajib segera cek dan atur pengadaan bahan baku agar produksi bisa jalan tanpa hambatan.

πŸ‘‰ Kalau kamu ingin memahami alur manajemen dari penerimaan order hingga kontrol produksi, kamu juga bisa pelajari artikel Manajemen Produksi Konveksi untuk skala usaha kecil sampai menengah.

Mengatur Pengadaan Bahan: Harus Cermat dan Cepat

Salah satu penyebab delay produksi paling umum adalah masalah bahan. Entah bahannya kosong di toko, pengiriman molor, atau kamu salah beli jenis bahan. Nah, biar nggak kejadian seperti itu, ini langkah-langkah yang bisa kamu ikuti.

1. Cek kebutuhan bahan berdasarkan order

Setelah menerima pesanan, langsung hitung kebutuhan bahan secara kasar:

  • Kain utama (misal: 2 meter per kemeja)
  • Pelengkap (interlining, furing, benang, kancing, resleting)
  • Bahan branding (label, hangtag, plastik kemasan)

πŸ‘‰ Pakai formula kebutuhan berdasarkan jenis produk + ukuran rata-rata. Tambahkan Β±5–10% sebagai cadangan potong atau cacat bahan.

2. Cek stok di gudang

Sebelum beli bahan baru, cek dulu stok lama:

  • Apakah masih ada kain yang bisa dipakai?
  • Benang dan aksesori cukup nggak?
  • Apakah ada sisa bahan PO sebelumnya yang bisa dimanfaatkan?

πŸ“Œ Tips: Simpan catatan stok di Google Sheet atau pakai aplikasi inventaris sederhana.

3. Tentukan supplier bahan

Supplier yang bisa diandalkan adalah kunci. Minimal kamu punya:

  • 1 supplier utama (untuk bahan yang sering dipakai, misal drill, TC, PE)
  • 1–2 supplier cadangan (jika bahan langka atau ada harga naik)

Pastikan supplier kamu:

  • Cepat respon
  • Bisa kirim cepat (pakai ekspedisi yang jelas)
  • Menerima pemesanan per rol / potong sesuai kebutuhan

4. Ajukan pembelian bahan (PB)

Buat form pengajuan pembelian bahan (PB), idealnya dilakukan oleh admin atau mandor yang sudah cek kebutuhan real:

Isi form PB:

  • Nama produk & kode PO
  • Jenis bahan & warna
  • Ukuran/jumlah (dalam meter/yard atau kg)
  • Tanggal dibutuhkan
  • Supplier yang dituju
  • Estimasi harga & ongkir

➑️ Form ini penting untuk transparansi antara bagian produksi, keuangan, dan pembelian.

5. Pantau pengiriman dan cek kualitas bahan masuk

Saat bahan datang:

  • Cek jumlah dan warna (cocok nggak dengan pesanan)
  • Lihat kondisi bahan (ada cacat atau tidak)
  • Catat dalam form penerimaan bahan

Jika ada masalah, segera komunikasikan dengan supplier dan tandai PO tersebut dalam sistem sebagai β€œpending” atau β€œrevisi bahan”.

Tips Efisiensi: Jangan Nunggu Order Baru untuk Beli Bahan

Kalau kamu sudah rutin dapat order untuk produk tertentu (misalnya jas almamater tiap bulan), kamu bisa:

  • Stok kain dasar favorit (misal drill warna navy dan maroon)
  • Beli bahan dalam jumlah besar untuk PO jangka panjang
  • Negosiasi harga grosir karena beli lebih banyak sekaligus

Dengan strategi ini, kamu bisa percepat waktu produksi saat order masuk karena bahan sudah tersedia duluan.

Hindari Kesalahan Ini

Berikut kesalahan umum saat menerima pesanan dan beli bahan:

  • Tidak tanya deadline dengan jelas β†’ bikin panik di akhir
  • Beli bahan sebelum ukuran fix β†’ akhirnya ada bahan yang nggak terpakai
  • Pakai supplier baru tanpa tes β†’ kualitas jelek, susah klaim
  • Tidak simpan bukti order atau DP β†’ rentan salah paham dengan klien

βœ… Solusinya: Buat sistem order dan pengadaan yang mudah dipahami tim dan bisa dicek kapan saja.

Penutup: Sistem yang Baik = Produksi Nggak Tersendat

Konveksi yang lancar itu bukan soal tukang jahitnya doang. Tapi juga gimana cara kamu mengelola order masuk dan mengatur pembelian bahan. Mulai dari form pemesanan, penghitungan kebutuhan, hingga komunikasi dengan supplier, semuanya harus jelas dan konsisten.

Kalau kamu belum punya sistem pengelolaan produksi yang rapi, kamu bisa mulai dari membaca artikel berikut: πŸ‘‰ SOP Produksi Konveksi: Fondasi Biar Produksi Nggak Amburadul

✍️ Author
Artikel di website ini ditulis oleh Drajad DK, pelaku usaha aktif dan pengelola konten edukatif di Sintesa Konveksi.
πŸ”— Lihat profil lengkap β†’
error: Content is protected !!