Sebagai pengusaha konveksi, kamu pasti pernah ditanya,
“Harga kaos berapa, Kak?”
“Kalau jaket bordir depan-belakang berapa ya?”
Kalau jawabannya masih, “Tergantung desain ya, Kak…” terus kamu mikir dulu semalaman, artinya daftar harga produksi kamu belum rapi.
Padahal, punya daftar harga per produk itu penting banget. Bukan cuma biar cepat jawab klien, tapi juga buat jaga margin dan profesionalitas usahamu.
Tapi ingat—daftar harga itu harus berdasarkan data, bukan asal cocok-cocokan harga tetangga. Dan yang utama: harus tahu HPP tiap produk dengan spesifikasinya.
Kenapa Harus Tahu HPP per Produk?
HPP (Harga Pokok Produksi) adalah total biaya untuk membuat satu unit produk. Kalau kamu nggak tahu HPP-nya secara detail, kamu:
- ❌ Nggak tahu harga jual ideal
- ❌ Bingung pas klien minta diskon
- ❌ Nggak sadar udah rugi karena biaya sablon atau bordir over budget
Makanya sebelum bikin daftar harga, kamu wajib petakan dulu HPP untuk setiap jenis produk dan variannya.
Contoh Penyusunan Daftar Harga Produksi
👕 Kaos Polos Pendek – Bahan Cotton Combed 30s
| Ukuran | HPP (Oblong) | HPP (Raglan) | Harga Jual Disarankan |
|---|---|---|---|
| S-M | Rp28.000 | Rp30.000 | Rp40.000–45.000 |
| L-XL | Rp30.000 | Rp32.000 | Rp42.000–47.000 |
| XXL | Rp32.000 | Rp34.000 | Rp45.000–50.000 |
Catatan:
- Bahan Cotton 24s → tambah ±Rp2.000–Rp3.000
- Bahan Cardet → bisa lebih murah ±Rp3.000–Rp5.000
👕 Kaos Lengan Panjang
- Tambah biaya lengan ±Rp5.000–Rp7.000 dari versi pendek
- Raglan panjang biasanya lebih mahal karena pola lebih rumit
🖨️ Tambahan Biaya Sablon Kaos
Gunakan skema harga standar, dan tambahkan sesuai kebutuhan klien.
| Posisi Sablon | Biaya Tambahan |
|---|---|
| Depan kecil (logo) | Rp5.000 |
| Depan besar (full dada) | Rp8.000–Rp10.000 |
| Belakang sedang (tulisan) | Rp5.000–Rp8.000 |
| Depan + Belakang | Paket Rp12.000–Rp15.000 |
Tambahan:
- Warna lebih dari 2 → +Rp1.500–Rp2.000 per warna
- Sablon plastisol / polyflex bisa lebih mahal
👔 Kemeja Formal
Pola Standar
| Ukuran | HPP | Harga Jual Ideal |
|---|---|---|
| S–XL | Rp70.000–Rp80.000 | Rp100.000–120.000 |
| XXL | Rp85.000–Rp90.000 | Rp125.000–135.000 |
Pola Rumit
(dengan piping, panel warna, saku variasi)
- Biaya tambahan ±Rp10.000–Rp20.000
🧥 Jaket Bordir (Standar: Bordir Depan + Belakang)
| Model Jaket | HPP Tanpa Bordir | Biaya Bordir | Harga Jual Disarankan |
|---|---|---|---|
| Bomber | Rp95.000 | Rp25.000 | Rp135.000–145.000 |
| Varsity | Rp100.000 | Rp25.000 | Rp140.000–150.000 |
| Jaket Hoodie | Rp90.000 | Rp20.000 | Rp130.000–140.000 |
Tambahan:
- Bordir samping lengan → +Rp5.000–Rp8.000
- List/strip tambahan → +Rp5.000–Rp10.000
Butuh jaket bordir dengan desain instansi atau komunitas? Lihat layanan konveksi seragam kami untuk produksi dalam jumlah banyak dengan spesifikasi teknis yang bisa disesuaikan kebutuhan.
Prinsip Menyusun Harga Produksi Konveksi
✅ Gunakan Harga Dasar + Tambahan Per Fitur
Misal:
- Kaos polos oblong L = HPP Rp30.000
- Tambah sablon depan besar = Rp8.000
- Total = Rp38.000 → Harga jual ideal = Rp50.000
✅ Bedakan Harga Berdasarkan Model dan Bahan
- Bahan tebal / premium = lebih mahal
- Pola raglan, panel, atau modifikasi = harga lebih tinggi
- Jangan samakan “harga kaos” untuk semua model
✅ Simpan Semua Daftar Harga Dalam Format Digital
Gunakan Google Sheets atau Excel.
Susun berdasarkan kategori: kaos, kemeja, jaket, sablon, bordir, dll.
Beri kolom tambahan untuk perhitungan otomatis dan margin.
⚠️ Catatan Penting:
Semua angka dan perhitungan di atas adalah simulasi contoh.
Harga bisa berbeda tergantung:
- Jenis dan kualitas bahan
- Model dan kerumitan pola
- Jumlah sablon atau bordir
- Ukuran produk
- Lokasi produksi dan skala tim
Yang dihitung di sini adalah harga layanan produksi, bukan sekadar harga bahan.
Sebelum menentukan harga jual, pastikan kamu menghitung HPP versimu sendiri agar margin tetap sehat dan tidak rugi diam-diam.
Penutup: Daftar Harga yang Rapi = Bisnis yang Siap Bersaing
Dengan menyusun daftar harga berdasarkan spesifikasi produk, kamu:
- Lebih percaya diri saat menjawab klien
- Punya kontrol penuh terhadap margin
- Terlihat profesional dan terukur
- Bisa lebih siap saat bahan naik atau ada revisi dari klien
🔗 Untuk belajar menghitung HPP lebih dalam, baca juga: Perencanaan Keuangan Usaha Konveksi
Artikel di website ini ditulis oleh Drajad DK, pelaku usaha aktif dan pengelola konten edukatif di Sintesa Konveksi.
🔗 Lihat profil lengkap →