Home » Jenis Rakel Sablon: Mengatur Aliran Tinta dan Presisi Cetak di Tiap Tarikan

Jenis Rakel Sablon: Mengatur Aliran Tinta dan Presisi Cetak di Tiap Tarikan

Dalam sablon manual, banyak yang menganggap rakel itu cuma alat bantu penarik tinta. Padahal, dari semua peralatan sablon, rakel justru yang paling menentukan “nasib” tinta—apakah meresap sempurna, meleber, atau bahkan gagal tembus screen.

Rakel bukan sekadar kayu pegangan dan karet. Di balik desainnya yang terlihat sederhana, ada banyak varian bentuk, ketebalan, dan tingkat kekerasan yang semuanya berperan besar dalam menentukan kualitas hasil cetak.

Artikel ini akan membahas berbagai jenis rakel sablon berdasarkan bentuk dan tingkat kekerasan secara teknis, praktis, dan aplikatif untuk keperluan produksi sablon manual.


Apa Itu Rakel Sablon?

Rakel adalah alat manual yang digunakan untuk menarik tinta sablon melewati screen saat proses cetak. Secara fisik, rakel terdiri dari dua bagian utama: pegangan (biasanya dari kayu atau aluminium) dan bilah karet (blade) yang berfungsi menyapu tinta.

Saat digunakan, rakel ditekan dan digeser di atas screen untuk memaksa tinta melewati area desain yang terbuka. Kualitas dan karakter hasil cetakan sangat tergantung dari sudut kemiringan, tekanan, bentuk bilah, dan tingkat kekerasan rakel yang digunakan.


Karakteristik Umum Rakel Sablon

Rakel tidak hanya berfungsi sebagai alat pendorong tinta, tetapi juga sebagai penentu aliran tinta ke permukaan bahan. Beberapa karakteristik yang wajib kamu pahami:

  • Terbuat dari bahan elastomer (biasanya polyurethane)
  • Memiliki beragam tingkat kekerasan (dalam satuan Shore A)
  • Tersedia dalam berbagai bentuk potongan bilah sesuai fungsi aplikasi
  • Bisa digunakan secara manual maupun pada mesin sablon semi otomatis

Karakter ini membuat rakel harus dipilih secara cermat sesuai jenis tinta, screen, dan kain yang digunakan.


Keunggulan Memahami Jenis Rakel

Banyak kesalahan cetak terjadi bukan karena desain atau tinta, tapi karena rakel yang salah digunakan. Berikut beberapa keuntungan dari pemahaman jenis rakel:

  • Meningkatkan konsistensi hasil sablon
  • Memaksimalkan ketajaman cetakan tanpa tinta bocor
  • Mempercepat proses sablon karena lebih efisien
  • Mengurangi beban kerja (tidak perlu berulang)
  • Menyesuaikan aliran tinta dengan jenis kain dan desain

Dengan rakel yang tepat, bahkan desain sulit bisa dieksekusi dengan lebih mudah.


Jenis Rakel Sablon Berdasarkan Bentuk Bilah

Berikut adalah beberapa bentuk bilah rakel yang umum digunakan di industri sablon, masing-masing punya karakter cetak tersendiri.

🟩 Flat Edge (Tepi Datar)

Bilah datar adalah bentuk paling umum dan serbaguna. Digunakan untuk sebagian besar kebutuhan sablon, terutama untuk tinta plastisol, rubber, dan tinta berbasis air.

Keunggulan:

  • Seragam dalam aliran tinta
  • Cocok untuk permukaan datar dan desain umum
  • Ideal untuk pemula dan kebutuhan sablon standar

🔺 Round Edge (Tepi Bulat)

Bilah dengan tepi bulat (rounded edge) memberikan aliran tinta yang lebih besar ke bahan. Cocok digunakan untuk sablon busa (puff), sablon tinggi, atau sablon pada permukaan bertekstur.

Keunggulan:

  • Mendorong lebih banyak tinta
  • Cocok untuk efek timbul dan cetakan tebal
  • Digunakan untuk desain blok warna besar

⏹ Beveled Edge (Tepi Miring)

Bilah miring (satu sisi lancip) biasanya digunakan untuk sablon di media non-tekstil seperti plastik, logam, atau kaca. Tekanan lebih tajam dan akurat, namun butuh teknik mahir.

Keunggulan:

  • Arah tinta lebih terkontrol
  • Digunakan untuk sablon stiker, kayu, dan permukaan keras lainnya

Jenis Rakel Sablon Berdasarkan Tingkat Kekerasan

Tingkat kekerasan bilah rakel diukur dalam satuan Shore A. Semakin tinggi angkanya, semakin keras rakelnya. Berikut klasifikasinya:

Kekerasan (Shore A) Karakter Cocok Untuk
55–60 Shore A Lembut / lunak Tinta banyak, sablon blok, puff
65–75 Shore A Sedang Serbaguna, sablon kaos harian
80–90 Shore A Keras Sablon detail, raster, permukaan keras

🎯 Rakel Lunak (Soft)

Paragraf transisi: Rakel lunak ideal untuk mencetak tinta dalam volume besar karena karet lebih lentur dan mengikuti permukaan kain dengan mudah.

Kelebihan:

  • Menyalurkan banyak tinta
  • Cocok untuk sablon rubber atau foam
  • Kurang cocok untuk detail kecil

⚖️ Rakel Sedang (Medium)

Paragraf transisi: Ini adalah pilihan standar untuk kebutuhan sablon umum. Cukup fleksibel tapi tetap menjaga detail.

Kelebihan:

  • Cocok untuk berbagai jenis desain
  • Seimbang antara ketajaman dan aliran tinta
  • Ideal untuk sablon kaos konveksi

🛡 Rakel Keras (Hard)

Paragraf transisi: Rakel keras lebih cocok untuk desain kecil, detail, atau cetakan raster karena tekanan lebih kuat dan tidak banyak tinta yang keluar.

Kelebihan:

  • Akurasi tinggi untuk desain kecil
  • Cocok untuk sablon raster atau gradasi
  • Minim tinta, hasil lebih presisi

Digunakan di Semua Jenis Produksi Sablon Manual

Rakel digunakan dalam hampir semua proses sablon manual: dari sablon kaos komunitas hingga produksi masal kaos promosi. Beberapa contoh aplikasi nyata rakel:

  • Sablon blok warna besar: Rakel bulat & lunak
  • Sablon detail brand distro: Rakel datar & keras
  • Sablon plastisol multiwarna: Rakel datar medium
  • Sablon puff efek timbul: Rakel bulat lunak

Pemilihan rakel yang sesuai bisa langsung terlihat pada hasil akhir cetakan.


Tips Memilih dan Merawat Rakel Sablon

Agar rakel tetap awet dan hasil cetak konsisten, perhatikan beberapa tips berikut:

  • Pilih rakel berdasarkan jenis tinta dan hasil akhir yang diinginkan
  • Jangan terlalu sering mencuci rakel dengan thinner, bisa mengeras atau mengelupas
  • Simpan rakel di tempat kering, jangan ditumpuk berat
  • Bersihkan segera setelah digunakan, terutama untuk tinta plastisol
  • Jangan menekuk bilah rakel agar tidak deform

Dengan perawatan tepat, rakel bisa bertahan hingga ribuan kali cetak.


Perbandingan Cepat Jenis Rakel

Aspek Flat Edge Round Edge Beveled Edge
Aliran Tinta Seimbang Tinggi Terkontrol
Detail Cetak Medium Rendah Tinggi
Cocok Untuk Kaos Puff, tebal Media non-kain
Kekerasan Soft Medium Hard
Karakter Lentur, tebal Seimbang Tajam, detail
Hasil Cetak Tebal Umum, standar Tipis, presisi
Desain Cocok Blok warna Tipografi, logo Raster, garis tipis

Penutup

Rakel sablon adalah alat krusial dalam proses cetak manual—dan memilih jenis yang tepat bisa membuat perbedaan besar antara hasil sablon yang asal jadi dan yang tampil profesional. Baik dari bentuk hingga tingkat kekerasannya, tiap varian rakel punya fungsi yang harus disesuaikan dengan desain, jenis tinta, serta karakter kain yang digunakan.

Dalam produksi kaos komunitas, jersey event, hingga baju seragam tim, kombinasi antara rakel, tinta, dan teknik penarikan sangat menentukan apakah sablon akan terlihat rapi, awet, dan nyaman dipakai—atau justru mudah retak dan cepat rusak.

Maka dari itu, jangan anggap rakel sekadar alat bantu biasa. Di tangan yang paham tekniknya, rakel justru menjadi penentu utama kualitas hasil cetak.


Pertanyaan Umum Seputar Rakel Sablon

Apa itu rakel dalam sablon manual?
Rakel adalah alat yang digunakan untuk menarik tinta melewati screen saat sablon manual. Terdiri dari pegangan dan bilah karet, rakel sangat menentukan hasil akhir cetakan.
Apa saja bentuk bilah rakel sablon?
Umumnya ada tiga bentuk: flat edge (tepi datar) untuk cetakan standar, round edge (tepi bulat) untuk sablon tebal/puff, dan beveled edge (tepi miring) untuk sablon di permukaan keras non-kain.
Apa itu tingkat kekerasan rakel (Shore A)?
Tingkat kekerasan rakel diukur dalam satuan Shore A. Semakin tinggi nilainya, semakin keras rakelnya. Rakel lunak (55–60A) untuk tinta tebal, rakel sedang (65–75A) serbaguna, dan rakel keras (80–90A) untuk desain detail.
Kapan sebaiknya menggunakan rakel lunak?
Gunakan rakel lunak saat ingin menyalurkan banyak tinta, misalnya untuk sablon rubber, puff, atau blok warna besar. Rakel lunak mengikuti kontur kain dengan baik.
Apakah rakel keras lebih baik untuk desain kecil?
Ya, rakel keras memberikan tekanan yang kuat dan arah tinta lebih terkontrol, sehingga cocok untuk sablon raster, garis tipis, atau detail kecil.
Bagaimana cara merawat rakel sablon agar tahan lama?
Bersihkan rakel setelah digunakan, hindari thinner berlebihan, simpan di tempat kering, jangan ditumpuk, dan hindari menekuk bilah agar tidak deform.
Apa akibat salah memilih rakel dalam proses sablon?
Salah memilih rakel bisa menyebabkan tinta terlalu tebal atau tidak rata, detail hilang, dan hasil sablon tidak tajam. Pemilihan rakel harus disesuaikan dengan desain, tinta, dan kain.

✍️ Author
Artikel di website ini ditulis oleh Drajad DK, pelaku usaha aktif dan pengelola konten edukatif di Sintesa Konveksi.
🔗 Lihat profil lengkap →
error: Content is protected !!