​
Home Β» Seragam Perawat: Jenis, Fungsi, dan Ketentuan Pemakaian di Dunia Medis

Seragam Perawat: Jenis, Fungsi, dan Ketentuan Pemakaian di Dunia Medis

Di dunia kesehatan, profesionalisme dan higienitas tidak hanya tercermin dari prosedur kerja, tetapi juga dari cara berpakaian. Salah satu elemen penting yang mendukung hal tersebut adalah seragam perawat, yang tidak hanya menjadi identitas profesi, tetapi juga bagian dari standar kebersihan dan kenyamanan selama bertugas.

Meskipun identik dengan warna putih, pada kenyataannya seragam perawat memiliki variasi model dan warna yang disesuaikan dengan bidang tugas masing-masing. Dari ruang operasi hingga laboratorium, masing-masing memiliki desain seragam yang spesifik.


Apa Itu Seragam Perawat?

Seragam perawat adalah pakaian profesi yang dirancang khusus untuk digunakan oleh tenaga keperawatan di fasilitas pelayanan kesehatan, seperti rumah sakit, klinik, hingga puskesmas. Selain menunjang penampilan profesional, seragam ini juga berfungsi untuk menjaga kebersihan dan sterilisasi di lingkungan medis.

Warna-warna cerah seperti putih, biru muda, hijau, hingga pink dipilih karena dapat dengan mudah menunjukkan adanya noda atau kontaminasiβ€”sehingga perawat bisa segera mengganti pakaian yang sudah tidak layak pakai demi menjaga standar higienitas.


Jenis-Jenis Seragam Perawat

Jenis seragam yang digunakan oleh perawat disesuaikan dengan ruang lingkup dan kondisi kerja. Berikut beberapa jenis seragam yang umum dipakai dalam sistem layanan medis:

1. Scrub Suit

Dipakai di ruang tindakan seperti ruang operasi atau UGD.

  • Desain simpel dengan kerah V-neck atau O-neck
  • Biasa menggunakan warna polos seperti biru muda, hijau, atau abu-abu
  • Lengan pendek dan celana panjang, longgar dan nyaman

2. Seragam Tindakan Operasi

Digunakan saat mendampingi atau melakukan tindakan pembedahan.

  • Model berupa baju panjang lengan panjang
  • Dilengkapi pengait atau tali di bagian belakang
  • Biasanya berwarna hijau atau biru steril

3. Seragam Laboratorium

Digunakan saat perawat bertugas di area lab untuk menganalisis sampel medis.

  • Menggunakan pakaian dalam model standar
  • Dilengkapi jas lab putih sebagai lapisan luar
  • Menunjukkan kesan steril dan profesional

4. APD Khusus (Alat Pelindung Diri)

Diperlukan saat menghadapi pasien dengan penyakit menular atau saat pandemi.

  • Meliputi hazmat suit, face shield, goggles, masker medis, sarung tangan, hingga sepatu boots
  • Dirancang untuk menutup seluruh tubuh dan menghindari risiko infeksi

Bahan Kain Seragam Perawat

Pemilihan bahan seragam perawat sangat penting, karena harus mampu menyerap keringat namun tetap tahan terhadap kontaminasi cairan. Berikut beberapa jenis kain yang umum digunakan:

  • Katun Waterproof – nyaman dan menyerap keringat, namun tahan percikan
  • TR Waterproof (Teteron Rayon) – ringan dan tidak panas
  • Rayon Water Resistant – fleksibel dan tidak mudah kusut
  • Kain Parasut Ripstop / Milky / Bening – lebih tahan air dan ringan
  • Taslan Milky / Bening – kuat, tahan lama, dan mudah dibersihkan
  • Laminated Fabric – digunakan untuk APD karena kedap cairan

Ketentuan Umum Pemakaian Seragam Perawat

Setiap fasilitas layanan kesehatan memiliki regulasi tersendiri mengenai seragam tenaga medis. Namun secara umum, berikut ketentuan standar dalam pemakaian seragam perawat:

πŸ‘¨β€βš•οΈ Untuk Perawat Pria

  • Setelan atasan dan bawahan dengan warna senada, biasanya putih
  • Kemeja berlengan pendek, dengan saku di bagian dada
  • Sepatu dan kaos kaki warna netral (putih atau hitam)

πŸ‘©β€βš•οΈ Untuk Perawat Wanita

  • Setelan kemeja dan celana atau rok warna senada
  • Bisa mengenakan seragam model dress hingga lutut
  • Lengan pendek atau panjang (disesuaikan dengan kebutuhan atau berjilbab)
  • Tambahan jilbab warna senada bagi yang berhijab
  • Topi perawat (opsional, tergantung kebijakan instansi)

βœ… Atribut Pelengkap

  • ID Card atau tanda pengenal
  • Badge institusi atau lambang rumah sakit
  • Sepatu perawat, umumnya putih, tetapi dapat juga hitam jika diperbolehkan
  • Jas lab untuk tugas laboratorium
  • APD lengkap untuk kondisi darurat atau penanganan khusus

Berikut versi paragraf untuk seragam perawat:

Pembuatan seragam perawat harus di kerjakan oleh konveksi seragam berkualitas tinggi dan memerlukan perhatian khusus pada kenyamanan, kebersihan, dan kesan profesional. Bahan yang digunakan harus ringan, mudah dicuci, dan tidak panas, dengan desain yang mendukung mobilitas saat bertugas. Penambahan atribut seperti nama, logo rumah sakit, dan warna identitas profesi juga disesuaikan dengan standar layanan kesehatan.


Penutup

Seragam perawat bukan hanya sekadar pakaian kerja, tetapi juga lambang dedikasi dalam pelayanan kesehatan. Desain dan warna seragam mencerminkan nilai profesionalisme, kehigienisan, serta tanggung jawab terhadap pasien dan lingkungan kerja.

Setiap jenis seragam yang dikenakan, baik di ruang operasi, laboratorium, maupun saat tindakan darurat, telah disesuaikan dengan standar medis yang ketat. Melalui pengaturan seragam ini, perawat dapat menjalankan tugas dengan nyaman, aman, dan tetap terlihat rapi.

✍️ Author
Artikel di website ini ditulis oleh Drajad DK, pelaku usaha aktif dan pengelola konten edukatif di Sintesa Konveksi.
πŸ”— Lihat profil lengkap β†’
error: Content is protected !!