Home » Kenali Nama Pakaian Adat Sunda dan Atribut Pelengkapnya

Kenali Nama Pakaian Adat Sunda dan Atribut Pelengkapnya

Jawa Barat dikenal sebagai rumah bagi suku Sunda, salah satu kelompok etnis terbesar di Indonesia yang kaya akan budaya dan tradisi. Salah satu bentuk budaya yang masih lestari hingga kini adalah pakaian adat Sunda, yang mencerminkan nilai kesopanan, keanggunan, dan tata krama masyarakatnya.

Dahulu, pakaian adat ini digunakan berdasarkan strata sosial—mulai dari rakyat jelata hingga kalangan bangsawan. Namun kini, pakaian adat Sunda telah menjadi simbol budaya yang dapat dikenakan oleh siapa saja dalam berbagai acara adat maupun seremonial.

Nama Pakaian Adat Sunda

Nama pakaian adat Sunda

Pakaian adat masyarakat Sunda sebenarnya desainnya tidak jauh dari pakaian adat di Betawi maupun Jawa karena masih dalam satu pulau yang sama.

Baju yang sangat menonjol adalah baju kebaya wanita dan jas tutup untuk pria.

Untuk mengetahui informasi seputar nama pakaian adat Sunda, mari kita simak pembahasannya sebagai berikut.

1. Mengenal pakaian adat Sunda

Pakaian adat Sunda merupakan pakaian khas daerah yang berasal dari suku Sunda di Jawa Barat.

Dahulu pakaian adat di Sunda dibedakan menjadi beberapa jenis berdasarkan strata atau status sosial masyarakatnya kala itu.

Yang mana menjadi 3 jenis model pakaian untuk kaum bangsawan Sunda, golongan rakyat menengah dan juga golongan bawah yakni rakyat jelata.

Namun perkembangan zaman telah mengubah segalanya, kini menjadi negara demokratis yang semua masyarakat dalam status yang sama.

Sehingga pakaian adat Sunda pun dapat dikenakan oleh siapa saja dari semua kalangan tanpa memandang status sosial.

2. Jenis-jenis pakaian adat Sunda

Menilik dari pakaian adat Sunda yang sudah ada sejak zaman dulu, terdapat beberapa jenis model pakaian di dalamnya.

Model pakaian tersebut ada yang sederhana dan ada pula yang cara pemakaiannya ditambah dengan atribut-atribut lain.

Berikut adalah jenis-jenis pakaian adat Sunda.

  • Pakaian adat Sunda untuk kalangan bawah/rakyat jelata

Nama Pakaian Adat Sunda

Pakaian yang dikenakan para kaum biasa di Sunda mengenakan model pakaian yang sangat sederhana.

Untuk pakaian pria, biasanya mengenakan baju yang bernama salontreng yang umumnya berwarna hitam.

Sedangkan untuk celananya, memiliki ukuran yang besar dan dinamakan komprang.

Sebagai pelengkap, para pria menggunakan ikat kepala bermotif batik yang dinamakan logen.

Untuk pakaian yang dikenakan wanita, hanya mengenakan kebaya Sunda yang memiliki jenis lengan panjang yang ujungnya agak lebar.

Sementara untuk bawahannya mengenakan kain panjang bermotif batik, yang dinamakan sarung kebat.

  • Pakaian adat Sunda untuk kalangan menengah

Nama Pakaian Adat Sunda

Pakaian adat Sunda bagi kalangan menengah memiliki karakteristik pakaian yang lebih rapi dibandingkan pakaian untuk rakyat jelata.

Modelnya hampir mengarah kepada pakaian adat kelas atas.

Namun jenis pakaian ini untuk orang yang berpendidikan tinggi, atau bisa juga untuk para saudagar kaya.

Untuk pakaian pria mengenakan jas putih yang dinamakan bedahan.

Untuk bawahannya mengenakan kain kebat yang dililitkan.

Sedangkan bagi para wanita mengenakan kebaya yang desainnya modern.

Bawahannya menggunakan kain kebat sama seperti pakaian pria yang dililitkan pada pinggang.

  • Pakaian adat Sunda untuk kalangan atas/bangsawan

Nama Pakaian Adat Sunda

Selanjutnya ada pakaian adat Sunda untuk kalangan bangsawan yang sering dipakai pada warga kerajaan/keraton.

Untuk jenis pakaian pria, mengenakan jas dari bahan beludru yang ditepiannya terdapat detail sulam dari benang emas.

Untuk celananya mengenakan celana panjang hitam berbahan sama, yang dihiasi lilitan kain batik motif parang yang diikat menggunakan sabuk emas.

Sedangkan untuk para wanita bangsawan, mengenakan kebaya dengan bahan beludru yang berwarna hitam.

Yang mana memiliki model yang mirip dengan pakaian pria.

Dihiasi sulaman dari benang emas ditepian baju membuatnya semakin mewah.

Agar semakin menawan, para wanita menyanggul rambutnya dan memakai tusuk konde emas.

3. Atribut pelengkap pakaian adat Sunda

Sebagai pelengkap pakaian adat dari Sunda, biasanya ada beberapa atribut atau komponen pelengkap yang dipakai bersamaan dengan pakaian adat.

Berikut ini adalah beberapa atribut pada pakaian adat Sunda.

  • Alas kaki

pakaian adat Sunda

Alas kaki menjadi hal penting setelah mengenakan pakaian.

Untuk alas kaki pria, biasanya mengenakan sandal jenis tarumpah untuk kalangan jelata.

Sedangkan untuk kalangan atas mengenakan selop warna hitam berbahan kulit/beludru.

Bagi wanita mengenakan alas kaki bentuk selop yang desainnya lebih sederhana.

  • Ikat kepala

pakaian adat Sunda

Ikat kepala hanya ditujukan pada pakaian adat untuk pria.

Ikat kepala khas Sunda bernama logen yang berbahan dari kain batik.

BACA JUGA:

12 Gambar Pakaian Adat Bali Pria dan Wanita yang Indah dan Unik

  • Konde

pakaian adat Sunda

Konde merupakan tambahan sanggul bagi para wanita Sunda sebagai pemanis pemakaian baju adat Sunda.

Bagi kalangan bangsawan, biasanya penggunaan sanggul konde dihiasi tusuk konde berwarna emas.

  • Arloji emas rantai

pakaian adat Sunda

Arloji emas ini menjadi hiasan pada bagian depan baju adat pria.

Pemakaian arloji gantung tersebut bagi kalangan menengah keatas saat mengenakan baju beskap atau jas tutup di bagian sakunya.

Sebagai penahan, biasanya ditambahi dengan peniti rantai dari bahan emas.

  • Selendang

pakaian adat Sunda

Selendang menjadi tambahan atribut yang menghiasi nama pakaian adat Sunda untuk wanita.

Selendang tersebut biasanya dipilih warna-warna yang cerah seperti baju yang dikenakannya, dimana cara pemakaiannya dengan diikatkan dipinggang.

Demikian informasi mengenai nama pakaian adat Sunda yang dapat anda ketahui.

Berbagai model pakaian yang ada di Sunda kini tidak dibeda-bedakan cara pemakaiannya.

Baik pakaian adat untuk rakyat biasa, menengah maupun pakaian bangsawan boleh dipakai untuk semua kalangan.

✍️ Author
Artikel di website ini ditulis oleh Drajad DK, pelaku usaha aktif dan pengelola konten edukatif di Sintesa Konveksi.
🔗 Lihat profil lengkap →
error: Content is protected !!